makalah keterampilan III pramuka
KATA PENGANTAR
Atas rahmat
tuhan yang maha pengasih, kami dapat menyelesaikan
penulisan makalah ini.
Makalah ini dapat
bertujuan untuk membantu memahami tentang pembelajaran Pramuka dan kami harap makalah ini dapat membantu dan
menambah wawasan ilmu pengetahuan.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih banyak
kekurangan dalam penyusunannya.
Untuk itu kritik dan saran bagi
kesempurnaan makalah ini sangat di harapkan.
Semoga makalah ini dapat
memberikan manfaat bagi kita semua dan dapat di pahami maupun di ingat.
Bengkulu, September 2016
Kelompok
11
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR.................................................................................................. i
DAFTAR
ISI............................................................................................................. ii
BAB
1: PENDAHULUAN........................................................................................... 1
LATAR
BELAKANG
RUMUSAN
MASALAH
TUJUAN
MASALAH
BABII
: PEMBAHASAN.............................................................................................. 2
A. Macam-
macam Upacara................................................................................................. 2
1. Macam Upacara.......................................................................................................... 3
2. Tempat Upacara.......................................................................................................... 3
B. Baris-berbaris dalam gerakan Pramuka........................................................................... 5
1. Maksud
dan Tujuan.................................................................................................. 5
2. Ketentuan
Khusus..................................................................................................... 5
3. Aba-Aba
................................................................................................................... 6
4.
C. Yel-yel/
Lagu-lagu dalam Pramuka................................................................................ 12
BABIII : PENUTUP
A. Kesimpulan.................................................................................................................... 13
B. Saran............................................................................................................................. 13
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................................ 14
BAB
1
PENDAHULUAN
A. LATAR
BELAKANG
Gerakan pramuka
adalah nama organisasi pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan
kepanduan yang dilaksanakan di Indonesia. Kata “Pramuka” merupakan singkatan
dari praja muda karana, yang memiliki arti rakyat muda yang suka berkarya.
“Paramuka” merupakan sebutan bagi anggota gerakan pramuka, yang meliputi ;
Pramuka Siaga, Pramuka Penggalang, Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega.kelompok
anggota yang lain yaitu Pembina Pramuka, staf
Kwartir dan majelis Pembimbing Pramuka. Sedangkan yang di maksudkan
kepramukaan adalah proses pendidikan di luarlingkungan keluarga dalam bentuk
kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis yang dilakukan
dialam terbuka dengan prinsip Dasar kepramukaan, yang sasaran akhirnya
pembentukan watak, akhlak dan budi pekerti luhur.
Kepramukaan
adalah system pendidikan kepanduan yang disesuaikan dengan keadaan ,
kepentingan dan perkembangan masyarakat dan bangsa Indonesia.
Adapun yang akan di bahas di Bab ini
mengenai keterampilan Pramuka III dimana Materinya yang akan kita jelaskan
tentang, Macam-macam Upacara yang ada dalam pramuka, baris-berbaris atau pbb,
Bentuk Barisan/Formasi Barisan, dan Yel-yel/Lagu-Lagu yang ada dalam Pramuka.
B. RUMUSAN
MASALAH
1. Jelaskan
macam-macam upacara dalam pramuka ?
2. Jelaskan
baris-berbaris dalam pramuka?
3. Jelaskan
apa itu yel-yel/ lagu-lagu dalam pramuka ?
C. TUJUAN
MASALAH
1. Mengetahui
macam-macam upacara dalam pramuka.
2. Mengetahui
baris-berbaris dalam pramuka.
3. Mengetahui
apa itu yel-yel/ lagu-lagu dalam pramuka.
BAB
II
PEMBAHASAN
KETERAMPILAN PRAMUKA III
Dalam keterampilan
kepramukaan III kegiatan kegiatan yang dilakukan sebagai berikut :
A. Macam-
macam Upacara
Macam-macam upacara yang ada
dalam gerakan Pramuka :
Gerakan Pramuka sebagai suatu wadah
pendidikan nonformal di lingkungaketiga,wajibmengarahkan dan mengatur semua
tindakan dan langkahnya seuaidengantujuan pendidikan khususnya tujuan dan
sasaran Gerakan Pramuka, sehingga usaha tersebut merupakan proses pendidikan
yang meningkat dan berkesinambungan.
Untuk itu usaha yang merupakan
proses pendidikan yang meningkat dan berkelanjutan itu salah satu diantaranya
adalah kegiatan upacara untuk melatih disiplin, patuh, tenggang rasa, tanggung
jawab, kesadaran nasional dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha esa. Kegiatan
upacara diperlukan dalam lingkungan Gerakan pramuka megingat bahwa :
1. Kegiatan upacara
dalam Gerakan Pramuka merupakan salah satu alat pendidikan untuk membiasakan
selalu berbuat dengan tertib dan menanamkan rasa cinta tanah air, disiplin,
gotong royong, rasa tanggung jawab dan takwa kepada Tuhan Yang Mahaesa ;
2. Kegiatan upacara
dalam Gerakan Pramuka diatur secara seragam, sehingga dapat berfungsi sebagai
alat pendidikan yang berdaya guna dan tepat guna.
Pengertian dan Istilah Upacara Dalam
Gerakan Pramuka
Upacara adalah serangkaian perbuatan
yang ditata dalam suatu ketentuan peraturan yang wajib dilaksanakan dengan
khidmat, sehingga merupakan kegiatan yang teratur dan tertib, untuk memberntuk
suatu tradisi dan budi pekerti yang baik.
a.
Macam Upacara
1. Upacara Umum
yaitu upacara yang dilakukan untuk kegiatan tertentu dengan menggunakan
peraturan yang berlaku secara umum.
2. Upacara
Pembukaan Latihan dan Upacara Penutupan Latihan yaitu upacara yang
dilakukan dalam rangka melaksanakan usaha memulai dan mengakhiri suatu
pertemuan di lingkungan GerakanPramuka.
3. Upacara
Pelantikan yaitu :
a. Upacara yang
dilakukan dalam rangka peresmian seorang calon menjadi anggota Gerakan Pramuka,
sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
b. Upacara yang
dilakukan dalam rangka pengangkatan pemegang jabatan tertentu dalam satuan.
4. Upacara
Kenaikan Tingkat, yaitu upacara yang dilakukan dalam rangka pengesahan
kenaikan tingkat kecakapan umum yang dicapai oleh seorang anggota Gerakan
Pramuka sesuai dengan syarat kecakapan umum yang berlaku.
5. Upacara
Pindah Golongan, yaitu upacara yang dilakukan dalam rangka pemindahan
anggota dari satu golongan ke golongan lain yang lebih tinggi dalam usia sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
6. Upacara
Meninggalkan Ambalan/Racana, yaitu upacara yang dilakukan dalam rangka
mengantar Pramuka Penegak dan/atau Pramuka Pandega untuk terjun ke masyarakat
dan berbakti secara langsung sesuai dengan bidangnya.
b. Tempat Upacara adalah :
1) di dalam ruangan, dan
2) di luar ruangan/ lapangan.
c. Tugas Petugas Upacara Dalam
Upacara
1. Pembina Upacara
adalah Pembina dalam upacara yang menerima penghormatan, mengesahkan
pelaksanaan upacara dan merupakan pimpinan tertinggi dalam upacara itu.
2. Pengatur Upacara
(Protokol) adalah petugas yang menyusun dan mengatur pelaksanaan tertib acara
dalam upacara, yang berkewajiban mengendalikan jalannya upacara.
3. Pemimpin Upacara
adalah petugas yang memimpin barisan peserta upacara.
4. Pembawa Acara adalah
petugas yang membaca tertib acara dalam suatu upacara.
5. Peserta Upacara
adalah satuan-satuan yang berada di bawah pimpinan Pemimpin Upacara.
6. Petugas Upacara
adalah orang-orang yang menunaikan tugas tertentu dalam suatu upacara misalnya :
pengibar bendera, pembaca Dasadarma, pemimpin lagu, dan lain-lain.
7. Petugas lain adalah
berkewajiban melaksanakan tugas-tugas yang tidak dikerjakan oleh
petugas-petugas di atas.
Macam upacara di Perindukan dan
Pasukan meliputi :
a. Upacara Pembukaan Latihan
b. Upacara Penutupan Latihan
c. Upacara Pelantikan
d. Upacara Kenaikan Tingkat
e. Upacara Pemberian Tanda Kecakapan
Khusus
f.Upacara Pindah ke Golongan
Penggalang (dari golongan Siaga) atau ke Penegak (dari golongan Penggalang)
Macam upacara di Ambalan dan Racana
meliputi :
a. Upacara Pembukaan Latihan
b. Upacara Penutupan Latihan
c. Upacara Penerimaan Tamu
d. Upacara Penerimaan Calon
e. Upacara Pelantikan
f. Upacara Kenaikan Tingkat
g. Upacara Pemberian Tanda Kecakapan
Khusus
h. Upacara Pindah ke Golongan
Penegak ke Racana Pandega
i. Upacara Pelepasan ( dari
Pandega ke Pembina / anggota Dewasa)
Perlu ditambahkan bahwa upacara di
satuan Pramuka Pandega dilaksanakan sesuai dengan aspirasi Pandega atas dasar
ketentuan-ketentuan upacara yang berlaku untuk Ambalan Penegak.[1]
B. Peraturan
Baris- Berbaris (PBB)
Baris-berbaris
adalah suatu wujud latihan fisik, diperlukan guna menanamkan kebiasaan dalam
tata cara hidup angkatan bersenjata/masyarakat yang diarahkan kepada
terbentuknya suatu perwatakan tertentu.
a. Maksud
dan Tujuan
1.
Guna menumbuhkan sikap jasmani yang
tegap dan tangkas, rasa persatuan,disiplin, sehingga dengan demikian senantiasa
dapat mngutamakan kepentingan tugas diatas kepentingan individu dan secara
tidak langsung juga menanamkan rasa tanggung jawab.
2.
Yang dimaksudkan dengan menumbuhkan
sikap jasmani yang tegap dan tangkas adalh mengarahkan pertumbuhan yang diperlukan
dalam menjalankan tugas pokok tersebut dengan sempurna.
3.
Yang dimaksud dengan persatuan adalah
rasa senasib dan sepenanggungan serta ikatan batin yang sangat diperlukan dalam
menjalankan tugas.
4.
Yang dimaksud dengan disiplin adalah
mengutamakan kepentingan tugas diatas individu yang hakikatnya tidak lain dari
pada eikhlasan menyisihkan pilihan hati sendiri.
5.
Yang dimaksud dengan rasa tanggung jawab
adalah keberanian untuk bertindak yang mengandung risiko terhadap dirinya
tetapi menhuntungkan tugas atau sebaliknya tidak mudah melakukan tindakan yang
akan dapa merugikan kesatuan.
b. Ketentuan
Khusus
1.
Para pemimpin wajib mengetahui adanya,
mengenal kegunaannya, serta senantiasa menegakkan peraturan tersebut.
2.
Para embantu pimpinan (kader) wajib
paham isinya, mau mngerjakan, dan mampu melatihnya.
3.
Semua warga Angkatan Bersenjata baik
perwira,Bintara atau Tamtama wajib melaksanakan secara tertib(tepat) serta
dilarang mengubah, menambah atau mengurangi apa yang tertera dalam peraturan
berbaris ini.[2]
c. Aba-Aba
Aba-aba adalah
suatu perintah yang diberikan oleh seseorang pemimpin kepada yang dipimpin
untuk dilaksanakannya pada waktunya secara serentak atau berturut-turut.
1.
Macam-macam Aba-aba
-
Aba-aba Petunjuk
-
Aba-aba Peringatan
-
Aba-aba Pelaksanaan
a. Gerak
Gerak adalah untuk
gerakan-gerakan kaki yang dilakukan tanpa meninggalkan tempat dan
gerakan-gerakan yang memakai anggota tubuh lain.
Contoh :
-
Jalan ditempat- GERAK
-
Siap-GERAK
-
Hadap kanan-GERAK
-
Lencang kanan-GERAK
b. Jalan
Jalan adalah untuk
gerakan-gerakan yang dilakukan dengan meninggalkan tempat.
-haluan kanan/kiri-
jalan
-satu langkah kedepan-jalan
Catatan
:
Apabila
gerakan meninggalkan tempat itu tidak dibatasi jaraknya, maka aba-aba harus
didahului dengan aba-ab peringatan- MAJU
Contoh
:
-maju-jalan
-Haluan
kana/kiri-Jalan
-hadap
kanan/kiri maju-jalan
-melintang
kanan/kiri maju-jalan
*Tentang
Istilah “MAJU”
Pada
dasarnya digunakan sebagai aba-aba peringatan terhadap pasukan dalam keadaan
berhenti. Pasukan yang sedang bergerak maju, bilamana harus berhenti dapat
diberikan aba-aba HENTI.
Misalnya
:
-
Ada Aba-aba hadap kanan/kiri maju –JALAN
karena dapat pula diberikan aba-aba: Hadap kanan/kiri henti GERAK.
-
Ada aba-aba hadap kanan/kiri maju- JALAN
karena dapat pula diberikan aba-aba: hadap kanan/kiri henti GERAK.
-
Balik kanan maju/JALAN, karena dapat
pula diberikan aba-aba : balik kanan
henti- GERAK.tidak dapat diberikan aba-aba langkah tegap maju JALAn, aba-aba
belok kanan/kiri maju-JALAN terhadap pasukan yang sednag dengan langkah biasa,
Karen tidak dapat diberikan aba-aba langkah henti – GERAK, belok kanan/
kiri-GERAK
*Tentang
Aba-aba :”HENTI”
Pada
dasarna aba-aba peringatan henti digunakan untuk menghentikan pasukan yang
sedang bergerak, namun tidak selamanya aba-aba peringatan henti ini harus
diucapkan.
Contoh
: Empat langkah ke depan –JALAN, bukan barisan- jalan. Setelah selesai
pelaksanaan dari maksud aba-aba peringatan, pasukan wajib berhenti tanpa
aba-aba berhenti.
c. Mulai
Mulai : adalah
untuk dipakai pada pelaksanaan perintah yang harus dikerjakan
berturut-turut,contoh :
-
Hitung –MULAI
-
Tiga bersaf kumpul-MULAI[3]
2. Cara
memberi aba-aba
a. Waktu
member aba-aba, pemberi aba-aba pada dasarnya harus berdiri dalam keadaan sikap
sempurna dan menghadapi pasukan.
b. Apabila
aba-aba yang diberikan itu berlaku juga untuk si pemberi aba-aba, maka pada
satt memberikan aba-aba tidak menghadap pasukan.
c. Dalam
menyiapkan pasukan pada saat Pembina upacara/irup memasuki lapangan upacara dan
setelah amanat Pembina upacara/irup selesai, pemimpin/danup tidak menghadap
pasukan.
d. Pada
taraf permulaan latihan aba-aba yang ditujukan kepada pasukan yang sedang
berjalan atau berlari, aba-aba pelaksanaannya selalu harus diberikan bertepatan
dengan jatuhnya salah satu kaki tertentu yang pelaksanaan geraknya dilakukan
dengan tambahan 1 lngkah pada waktu berjalan dan 3 langkah pada waktu berlari.
e. Sedang
pada taraf lanjutan, aba-aba pelaksanaan dapat diberikan bertepatan dengan
jatuhmya kaki yang berlawanan yang pelaksanaaan geraknya dilakukan dengan
tambahan 2langkah pada waktu berjalan dan 4 langkah pada waktu berlari,
kemudian berhenti tau maju dengan merubah bentuk arah pada pasukan.
f. Semua
aba-aba ducapkan dengan suara nyaring, tegas, dan bersemangat.
g. Pemberian
aba-aba petunjuk yang dirangkaikan dengan aba-aba peringatan dan pelaksanaan,
pengucapannya tidak diberi nada.
h. Pemberian
aba-aba peringatan wajib diberi nada pada suku kata pertama dan terakhir.
i. Waktu
pemberian aba-aba peringatan dan pelaksanaan diperpanjang sesuai besar-kecilnya
pasukan dan/ atau tingkatan perhatian pasukan (konsentrasi pasukan).
j. Bila
ada suatu bagian aba-aba diperlukan, maka dikeluarkan perintah “ulangi”.
3. Cara
melatih Berhimpun
1. apabila seorang pelatih/ komandan
ingin mengumpulkan anggota bawahannya secara bebas, maka
pelatih/komandan/pemimpin member aba-aba : Berhimpun = MULAI.
2. Pelaksanaan :
a. Pada waktu aba-aba peringatan seluruh
anggota mengambil sikap sempurna dan mengahadap kepada yang member aba-aba.
b. pada aba-aba pelaksanaan seluruh
angota mengambil sikap lari, selanjutnya lari menuju kedepan pelatih/ komandan,
pemimpin, di mana ia berada dengan jarak 3 langkah.
c. Pada waktu dating di depan
pelatih/komandan/ pemimpin, mengambil sikap sempurna, kemudian mengambil sikap
istirahat.
d. Setelah aba-aba selesai, seluruh
angota mengambil sikap sempurna, balik kanan, selanjutnya menuju tempat
masing-masing,
e. Pada saat dating didepan pelatih/
komandan/pemimpin, serta kembali, tidak menyampaikan penghormatan.
3. yang dimaksud dengan berhimpun adalah
semua anggota dating didepan komandan/pemimpin dengan berdiri bebas, dengan
jarak 3 langkah.
4.
Cara melatih Berkumpul
1. Komandan/pelatih/pemimpin
menunjuk seorang anota untuk berdiri kurang lebih 4 langkah didepannya, orang
ini dinamakan penjuru.
2. Komandan/pelatih/pemimpin
memberikan perintah : Sdra.Hartono sebagai penjuru (bila penjuru bernama
Hartono).
3. Penjuru
mengambil sikap sempurna dan menghadap penuh kepada yang member perintah,
selanjutnya mengulangi perintah sebagi berikut: “Siap Hartono sebagai penjuru“.
4. Penjuru
mengambil sikap untuk lari menuju tempat komandan/pelatih/pemimpin yang member
perintah.
5. Apa
bila bersenjata, mengambil sikap depan senjata kemudian lari menuju tempat
komandan/pelatih/pemimpin yang memberikan perintah, langsung pundak kiri
senjata.
6. Pada
waktu aba-aba peringatan “bersaf/ berbanjar kumpul” maka anggota lain mengambil
sikap sempurna dan menghadap penuh pada komandan/pelatih/pemimpin.
7. Pada
aba-aba pelaksanaan angota lainnya dengan serentak mengambil sikap lari,
selanjutnya penjuru member isyarat “LURUSKAN”, angota secara berturut-turut
meluruskan diri.
8. Bila
bersenjata, mengambil sikap depan senjata kemudian lari menuju di samping
kiri/belakang penjuru dan verturut-turut meluruskan diri.
9. Cara
neluruskan diri kesamping ( bila bersaf) sebagai berikut :
Meluruskan dengan
tangan kanan di genggam, punggung tangan menghadap keatas, kepala di palingkan
kekanan dan meluruskan diri, hingga dapat melihat dada orang-orang yang
disebelah kanannya.
10. Cara
meluruskan diri kedepan (bila berbanjar) sebagai berikut :
Meluruskan lengan
kanannya kedepan, tangan digengam, punggung tangan menghadap keatas dan
mengambil jarak satu lengan ditambah dua kepal dari orang yang ada didepannya
dan meluruskan diri kedepan. Setelah orang yang paling be;akang banjar kanan
melihat barisannya sudah lurus, maka ia memberikab isyarat dengan mengucapkan
“LURUS”, pada isyarat ini serentak menurunkan lengan kanan dan kembali kesikap
sempurna.
11. Apabila
bersenjata, maka setelah menegakkan tangan kanannya kemudian dengan serentak
tegak senjata.
12. Penunjukkan
penjuru tidak berdasarkan kepangkatan.
5.Cara
Melatih Meninggalkan Barisan
1. Apabila pelatih
memberikan perintah kepada seseorang dari barisannya terlebih dahulu ia
memanggil orang itu keluar barisan dan memberikan perintahnya apabila orang
tersebut telah berdiri dalam sikap sempurna. Orang yang menerima perintah ini
harus mengulang perintah tersebut sebelum melaksanakan dan mengerjakan perintah
it dengan bersemangat.
1. Tata Cara Keluar Barisan
a. Bila
keluar Bersaf :
1. Untuk
saf depan, tidak perlu balik, tetapi langsung menuju arah yang memanggil.
2. Untuk
saf tengan dan belakang, balik kanan kemudian melalui saf paling belakang
selanjutnya memilih jalan yang dekat menuju arah yang memanggil.
3. Bagi
orang yang berada diujung kanan maupun kiri, tanpa balik kanan langsung arah
yang memanggil (termasuk saf 2 dan 3 ).
b. Bila
pasukan Berbanjar.
1.
Untuk saf depan tidak perlu balik kanan,
langsung menuju arah yang memanggil.
2.
Untuk saf tengah dan belakang, baik
kanan kemudian melalui saf paling belakang, selanjutnya memilih jalan yang
terdekat menuju arah yang memanggil.
c. Cara
menyampaikan laporan dan penghormatan apabila anggota dipanggil sedabg dalam
barisan sebagi berikut :
1.
Komandan/pelatih/pemimpin memanggil :
“Ahmad tampil kedepan” setelah selesai dipangil orang yang dipanggil tersebut
mengucapkan kata-kata “Siap Ahmad tampil kedepan “. Kemudian keluar barisan
sesuai dengan tat cara keluar barisan.
2.
Kemudian menghormati sesuai PPM, setelah
selesai menghormat mengicapkan kata-kata : Lapor, siap menghadap”. Selanjutnya
menunggu perintah.
3.
Setelah mendapat perintah/petunjuk,
mengulangi perintah tersebut.
4.
Setelah selesai melaksanakan
perintah/petunjuk, kemudian menghadap
langakah didepan komandan/
pelatih/pemimpin yang memanggil dan mengucapkan kata-kata : “memberikan aba-aba
ditempat telah dilaksanakan, laporan selesai”.
5.
Setelah Mendapat perintah “ Kembali
ketempat”, anggota tersebut mengulangi perintah kemudian menghormat,
selanjutnya kembali ke tempat.
2.
Jika pada waktu dalam barisan salah
seorang meninggalkan barisannya, maka terlebih dahulu harus mengambil sikap
sempurna dan minta izin kepada komandan/pelatih/pemimpin yang memanggil dengan
cara mengangkat tangan kanannya keatas (tangan dibuka, jari-jari dirapatkan).
3.
Setelah mendapat ijin, ia keluar dari
barisannya selanjutnya menuju tempat sesuai keperluannya.
4.
Bila keperluannya telah selesai, maka
orang tersebut menghadap
langkah didepan komandan/pelatih/pemimpin,
menghormati dan laporan sebagai berikut : “ Lapor, kebelakang selesai laporan
selesai”. Setelah ada perintah dari komandan/pelatih/pemimpin “Masuk barisan”
maka orang tersebut mengulangi perintah kemudian menghormat, balik kanan dan
kembali ke barisannya pada kedudukan semula.[4]
C.Yel-Yel dan Lagu Dalam Pramuka
Yel-yel
Pramuka berfungsi untuk membangun kekompakan antar tim, Biasanya yel-yel
pramuka dilakukan menjelang akan melakukan kegiatan atau sedang baris-berbaris
untuk menggambarkan semangat kekompakan dalam tim.[5]
Contoh
yel-yel
Kapal
selam tengkinya bocor
Timbul Tenggelam Diperbatasan
Kapal selam tengkinya bocor
Timbul Tenggelam Diperbatasan
Buat apa sedih hati, sedih hati
Buat apa susah hati, susah hati
Anak Pramuka tak mengenal lelah,
kuat
Cerdas. Baik hati, Baik hati.
BAB
III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
1.
Macam- macam Upacara
Macam-macam upacara yang ada
dalam gerakan Pramuka :
Gerakan Pramuka sebagai suatu wadah pendidikan nonformal di
lingkungaketiga,wajibmengarahkan dan mengatur semua tindakan dan langkahnya
seuaidengantujuan pendidikan khususnya tujuan dan sasaran Gerakan Pramuka,
sehingga usaha tersebut merupakan proses pendidikan yang meningkat dan
berkesinambungan.
Untuk itu usaha yang merupakan
proses pendidikan yang meningkat dan berkelanjutan itu salah satu diantaranya
adalah kegiatan upacara untuk melatih disiplin, patuh, tenggang rasa, tanggung
jawab, kesadaran nasional dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha esa. Kegiatan
upacara diperlukan dalam lingkungan Gerakan pramuka megingat bahwa :
1. Kegiatan upacara
dalam Gerakan Pramuka merupakan salah satu alat pendidikan untuk membiasakan
selalu berbuat dengan tertib dan menanamkan rasa cinta tanah air, disiplin,
gotong royong, rasa tanggung jawab dan takwa kepada Tuhan Yang Mahaesa ;
2. Kegiatan upacara
dalam Gerakan Pramuka diatur secara seragam, sehingga dapat berfungsi sebagai
alat pendidikan yang berdaya guna dan tepat guna.
2,
Peraturan Baris- Berbaris (PBB)
Baris-berbaris adalah
suatu wujud latihan fisik, diperlukan guna menanamkan kebiasaan dalam tata cara
hidup angkatan bersenjata/masyarakat yang diarahkan kepada terbentuknya suatu
perwatakan tertentu.
B. SARAN
Demikian makalah ini kami susun,semoga makalah
ini bermanfaat bagi para pembaca. Dalam penulisan ini kami sadari masih banyak
kekurangan,saran dan kritik yang membangun sangat kami harapkan untuk
menyempurnakan makalah kami ini.
DAFTAR
PUSTAKA
Timpah.panduan
lengkap gerakan pramuka: Pustaka Agung Harapan.
Rahmatika
Diah,Buku pintar Pramuka,2015,Jakarta:Bee Media Pustaka
[1] http://gedeyogahermawan11101994.blogspot.com05/05/2013
pukul 20:50 dan diakses pada 09/10/2016 pukul 17:56
[2]
Diah rahmatia.Buku Pintar Pramuka.hal 167
[3]
PAH Tim.Panduan lengkap Gerakan Pramuka.hal 110-111
[4]
Diah rahmatia.Buku Pintar Pramuka.hal 171-176
[5]
Ibid.hal 241







3 Maret 2022 pukul 10.53
Hard Rock Hotel and Casino - Mapyro
Hard Rock Hotel and Casino · Hard Rock Hotel & Casino Biloxi · Hard Rock Hotel & Casino 구리 출장마사지 Perryville · Hard Rock 김천 출장샵 Hotel & Casino Dover 슬롯 나라 Downs · Hard Rock 정읍 출장마사지 Hotel 광명 출장마사지